7/08/2009

Pendidikan Lingkungan : Ide Baru Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut

Sejak periode tahun 1994 sampai tahun-tahun terakhir ini, kita selalu dikejutkan kembali dengan kejadian-kejadian yang menyedihkan dan menjadi sorotan dan kecaman dunia internasional. Kebakaran lahan dan hutan hampir dipastikan menjadi langganan setiap tahunnya, baik di beberapa propinsi maupun hampir sebagian besar wilayah Indonesia.
Salah satu jenis kebakaran yang menjadi sorotan dan kecaman adalah apabila kebakaran tersebut menimbulkan gangguan asap tebal kehitaman yang telah mengganggu lalulintas transportasi baik didarat, air dan udara. Disamping itu, dari sisi kesehatan sebagian besar masyarakat pada wilayah yang dilandanya mengakibatkan gangguan pernapasan yang dapat permanen. Penyebab terparah apabila kebakaran lahan tersebut apabila terjadi di areal lahan rawa gambut. Kebakaran pada areal tersebut apabila sudah terjadi hampir sangat mustahil untuk dapat memadamkannya, sehingga umumnya hanya menunggu dan berharap segera tiba turunnya hujan yang lebat, merata dan waktu yang lama terjadi.
Apabila sudah terjadi, maka semua pihak yang terkait kalang kabut dan sering menjadi polemik tentang siapa yang seharusnya bertanggung jawab. Namun ironisnya setelah beberapa waktu berlalu, kejadian-kejadian ini kembali dilupakan tanpa ada yang mencari pemecahan untuk masa yang akan datang.
Dari uraian diatas, sebenarnya tidak ada lagi jalan keluarnya selain bagaimana untuk mencegah agar kebakaran pada lahan rawa gambut dapat terjadi. Gambut sebenarnya merupakan tanah hasil dekomposisi bahan2 organik yang membusuk seperti dedaunan, ranting serta semak belukar yang berlangsung dalam kecepatan yang lambat dan dalam keadaan an aerob. Daerah lahan rawa gambut pada kondisi yang normal akan selalu basah atau tergenang oleh air, dan permasalahannya adalah sifatnya seperti spons yaitu apabila sudah kering, maka akan sulit dan memerlukan waktu tahunan untuk kembali basah. Sehingga walaupun telah terjadi hujan dan tergenang, apabila sempat menjadi kering, bahan tersebut tetap terbakar dibawah air bahkan terjadi pada tahun berikutnya ..... dan asap yang muncul dan keluar dari dalam itulah yang menjadi jelaga kehitam-hitaman yang menyesakkan napas.
Menurut teori terjadinya Kebakaran faktor penyebab kebakaran adalah adanya segitiga api, yaitu tersedianya bahan bakar, tersedianya oksigen yang cukup dan adanya penyebab kebakaran/api. Oleh karena itu, salah satu cara yang paling efektif dalam pencegahan kemungkinan dapat terjadinya kebakaran adalah dengan menghilangkan ketersediaannya bahan bakar. Yang dimaksud dengan bahan bakar adalah segala sesuatu bahan yang berada dalam kondisi yang mudah dan cepat dapat terbakar. Dengan demikian gambut menjadi bahan bakar apabila sudah dalam kondisi yang kering, dengan demikian maka untuk tidak menjadi bahan bakar gambut tersebut harus tetap dalam keadaan basah. Untuk menjadikan gambut tersebut tetap basah, maka tidak ada kata lain, areal lahan rawa gambut tersebut harus tetap tergenang dan tidak sempat menjadi kering. Bagaimana caranya ???
Berdasarkan pengalaman selama di Riau maupun Sumatera Selatan, penulis telah mencoba menuliskan suatu ide baru dalam upaya Pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan Rawa Gambut yang telah dimuat dalam buletin Silvika periode semester 2 tahun 2008. Tulisan tersebut merupakan ide gagasan penulis semata setelah memperhatikan kesulitan-kesulitan dalam menanggulangi kebakaran lahan dan hutan rawa gambut di Indonesia dan diberi Judul Clap Spill Way (CSW) Alternatip Solusi Pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan Rawa Gambut. Dalam penulisannya, penulis mencoba memberikan gagasan baru dengan pengenalan mekanisme tehnik Clap Spill Way (CSW) untuk memasukkan air pasang kedalam kanal-kanal tertentu dan menahannya tetap berada didalam pada saat air surut. Cara kerja nya yang sederhana, otomatis sepanjang waktu dan pemeliharaannya hanya memerlukan pengawasan (control) oleh seorang tenaga secara periodik (per minggu). Penggunaan istilah CSW atau Klep Jalan Masuk Satu Arah mungkin belum tepat betul, namun diharapkan akan diperbaiki oleh yang lebih memahami penggunaan istilah bahasa Indonesia, sedangkan penulis gagasan ini hanya bermaksud untuk memudahkan dalam penuangan ide yang terpikir.
Ide munculnya gagasan tersebut, setelah penulis mengingat kembali suatu fenomena alam yang merupakan bukti Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, yang dikenal dengan nama Pasut (Pasang surut). Pada tiga sungai besar di Sumatera, yaitu S. Siak, S. Kampar dan S. Musi, penulis menemukan daya dorong air pasang ketiga sungai tersebut dapat mencapai jarak lebih dari 100 km dari batas muara sungai masing-masing. Setelah memperhatikan dan mempelajari kembali tentang gambut, maka pada umumnya lahan dan hutan rawa gambut umumnya dilintasi oleh sungai-sungai yang dipengaruhi oleh pasut. Oleh karenanya mengapa kita tidak mau memanfaatkan kekuatan besar yang telah disediakan Tuhan tersebut untuk menjadi solusi untuk membuat lahan dan hutan rawa gambut kita tetap basah dan tergenang oleh air.
Suatu ide penggunaan teknologi yang cukup sederhana dan murah apabila kita lihat dari kemungkinan keberhasilannya, penulis coba tuangkan dalam tulisan tersebut. Dalam diskusi perdebatan dengan beberapa rekan sewaktu penulis paparkan ide tersebut, yaitu adanya kehawatiran terjadinya perubahan ekosistem lahan rawa gambut tersebut akibat masuknya air asin kedalam areal tersebut. Menurut hemat penulis yang disampaikan pada saat itu, memang akan terjadi perubahan pada tahap awal bekerjanya CSW, namun sejalan dengan datangnya periode hujan berikutnya, maka kondisi tersebut diharpakan dapat segera kembali dinetralisir dan bila dibandingkan dengan dampak kerugian apabila terus menerus terjadi kebakaran akaqn lebih menguntungkan secara keseluruhan baik bagi masyarakat daerah sekitar lahan rawa gambut bahkan Negara (ekonomi maupun politis).
Secara lengkap ide tersebut dapat rekan-rekan dan pengunjung blog ini baca dan pelajari dalam Clap Spill Way (CSW) Alternatip Solusi Pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan Rawa Gambut dengan klik langsung atau jendela halo alumni.Semoga materi Pendidikan Lingkungan (Dikling) ini akan menjadi suatu dorongan untuk munculnya ide-ide baru guna memberikan solusi masalah-masalah yang terjadi di sekitar kita maupun di negara kita bahkan mungkin di dunia.

6/29/2009

Serial Pendidikan Lingkungan / Konservasi Mengenal Dunia Flora tentang Jenis Tanaman Kantong Semar.

D
iawali dengan kisah keingintahuan sepasang remaja kembar murid SMP Negeri IV Bogor melihat kerumunan manusia didepan sebuah kios tanaman hias dari atas angkot yang ditumpanginya setiap sore sepulang sekolah. Dalam percakapan antara keduanya, disepakati esok hari sepulang sekolah untuk turun dan mampir dulu ke kios tersebut walaupun dengan resiko harus menyisihkan uang jajannya sebagai pengganti tambahan ongkos mereka berdua.
Sepulang Sekolah pada keesokan harinya, Farelliansyah dan Fareskiansyah (nama remaja kembar tersebut) pun telah mampir dan menanyakan kepada seorang lelaki yang usianya sebaya dengan kakek mereka. Rupanya Bapak tersebut adalah pemilik kios tanaman hias, yang dengan ramah menjawab keingintahuan mereka kemarin.
Joni Wijaya yang akrab dengan sebutan Wa Ujon tersebut menunjukkan jenis tanaman yang telah menarik minat para pengunjung ke kios tersebut, namun mengingat hari sudah sore, menjanjikan akan lebih leluasa untuk bercerita lebih lanjut tentang jenis tanaman tersebut yang dikenal dengan nama Kantong Semar kepada mereka pada hari minggu yang berarti dua hari lagi.
Terinspirasi dengan semangat remaja tersebut, maka penulis mencoba membuka dunia maya guna mempelajari jenis tanaman tersebut dan ternyata sungguh merasa sangat kagum, bersukur dan sambil memuji ke Agungan Allah Subhanna Wa Taala yang telah meng Anugerahkan Insan Manusia dengan kekayaan Keanekaragaman Sumber Daya Alam Hayati bagi kepentingan mahluk ciptaan Nya, khususnya Bangsa Indonesia.
Memang sudah cukup banyak tulisan tentang Jenis Tanaman tersebut, namun penulis mencoba lebih dengan merangkumnya dalam sebuah buku yang lengkap namun dengan bahasa sederhana dan populer sehingga diharapkan dapat dicerna oleh kalangan awam dan anak-anak remaja tanpa meninggalkan sisi ilmiahnya dengan Judul Uniknya Kantong Semar.
Namun ternyata untuk menerbitkan buku tersebut tidak mudah dan tidak memiliki akses ke Penerbit, maka penulis mencoba menuliskannya ke sebuah buletin yang dibuat secara secara bertahap dalam beberapa seri penulisan dan digolongkan dalam katagori Pendidikan Lingkungan / Konservasi Pengenalan Dunia Flora.
Alhamdullillah, seri pertama sudah diterbitkan dan seri kedua sedang dalam proses pencetakan dengan judul :
Seri berikutnya yang sedang digarap adalah :
Seri 1,3. Budidaya Tanaman Kantong Semar
Seri 1.4. Jenis Kantong Semar Alami yang ada di Dunia dan Indonesia
Seri 1.5. Jenis Kantong Semar Alami dan Silangan Alami di Sumatera
Seri 1.6. Jenis Kantong Semar Alami dan Silangan Alami di Kalimantan
Seri 1.7. Jenis Kantong Semar Alami di Pulau2 lainnya di Indonesia
Untuk seri yang sudah diterbitkan, penulis telah memasukannya kedalam blog ini dengan format PDF yang dapat rekan2 pengunjung blog dapat baca dan download langsung dengan klik seri yang diinginkan atau melalui Jendela halo alumni.
Selain Penulisan Pendidikan Lingkungan / Konservasi Pengenalan Dunia Flora, juga telah diterbitkan dalam buletin lainnya tentang Pengenalan Dunia Fauna, yaitu :
Tulisan tentang Badak masih dalam penggarapan antara lain tentang Badak India, Badak Putih dan Badak Hitam Afrika, Perburuan Badak dsbnya. Demikian pula tentang Kelelawar sedang digarap masih dilanjutkan dengan Mengenal Kelelawar Rumpin, Upaya Penanggulangan Gangguan dan seterusnya. Mohon doanya saja semoga penulis diberi kekuatan dan kemudahan dalam penyelesaiannya.
Kesemua tulisan yang telah diterbitkan dalam buletin telah penulis masukan dalam blog kita ini dengan format PDF. Semoga upaya kita dalam meningkatkan pengetahuan dan penyebarluasan serta pemahaman tentang kekayaan Keanekaragaman Sumber Daya Alam Hayati ini dapat berkembang dan menjadi titik tolak bagi kita semua maupun adik2 remaja untuk mempelajari dan menjadi ahli2nya di masa mendatang. Insyaallah, amin.

5/17/2009

Selamat jumpa lagi rekan FOKAL


Halo rekan-rekan fokal D4 Jurluhut Rumpin, semoga semuanya sehat dan dalam lindungan serta karunia Tuhan Yang Maha Kuasa. amin.

Rekan-rekan Fokal, tidak terasa kini usia blog kita ini lebih dari 5 bulan ... ehm cukup lama juga ya.....

Mari kita kaji lagi tujuan pengasuh dalam membuat blogspot ini ...... yaitu sebagai salah satu cara untuk menjalin komunikasi antar alumnus dengan eks almamater. Nah untuk itu pengasuh mencoba untuk membuka jalan dengan membuat biodata para laumnus per angkatan untuk diperbarui dan dilengkapi dengan informasi terkini.

Namun dari perjalanan yang cukup lama ini...... rekan-rekan yang sudah berpartisipasi secara llangsung mengirimkan data-data terbarunya adalah sebagai berikut :

1. Angkatan I.

Dari 79 (tujuh puluh sembilan) orang alumnus, ternyata baru 4 (empat) orang yang mengirimkan datanya, yaitu :
  • Rekan Edi Surono, lengkap

  • Rekan Nyoman Arya Arbi, masih kurang foto dan data judul KIPA nya

  • Rekan Rudi Formen, masih kurang foto

  • Rekan Supriadi, lengkap

2. Angkatan II.

Dari 80 (delapan puluh) orang alumnus, baru 7 (tujuh) orang yang mengirimkan datanya, yaitu:
  • Rekan Budi Subroto, lengkap

  • Rekan Didik Hardiyanto, masih kurang fotonya

  • Rekan Eko Harjito, lengkap

  • Rekan Ponijan, masih kurang foto

  • Rekan Sarjono, lengkap

  • Rekan Sutopo, masih kurang foto.
3. Angkatan III.
Dari 38 (tiga puluh delapan) orang alumnus, belum ada yang mengirimkan data terkininya.
Semua perubahan biodata yang dikirim telah pengasuh muat dalam perubahan biodata alumnus per 17 Mei 2009 (lihat jendela halo alumni).

Kalau dilihat dari prosentase nya, yaitu dari 197 (seratus sembilan puluh tujuh) orang alumnus, yang sudah berpartisipasi dengan mengirimkan biodata baru 11 (sebelas) orang. Artinya dibawah 10 (sepuluh) persen .... why ?.

Pengasuh yakin ini memang karena baru merupakan proses ....... Ini diyakini dari kenyataan masih banyak kontak alumni melalui media lain seperti telepon maupun email atau facebook.

Nah pengasuh yakin dalam waktu tidak lama lagi pasti rekan-rekan Fokal akan bangkit dan menjawab tantangan ini . Pengasuh juga sedang menyiapkan biodata mantan pengajar D4 Jurluhut Rumpin ...... doakan saja segera selesai dan bisa ditayangkan di blog kita ini.

Oke... salam untuk rekan-rekan semua juga untuk keluarga dan puacarnya yang masih lajang ... ehh masih adakah ???